April 18th, 2008 by Eksan
Assalamu`alaikum Wr. Wb
W mengembangkan e-learning di sekolah. Diharapkan temen-temen guru khususnya guru Geografi mengembangkan model pembelajaran berbasis TIK dengan menggunakan e-learning. Walaupun Wordpress ini masih belum dikatakan sebagai e-learning tapi setidaknya akan bermuara kearah sana
Info…….
Marhaban ya ramadhan…… mohon maaf lahir dan batin.
Posted in HALIMUN PAGI | 2 Comments »
April 17th, 2008 by Eksan
Posted in SILABUS | No Comments »
April 17th, 2008 by Eksan
RPP disusun dengan tujuan untuk merancang pengalaman belajar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tidak ada alur pikir yang spesifik untuk menyusun suatu RPP, karena rancangan tersebut seharusnya kaya akan inovasi sesuai dengan spesifikasi materi ajar dan lingkungan belajar siswa (sumber daya alam dan budaya lokal, kebutuhan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi). Pengalaman dari penilaian portofolio sertifikasi guru ditemukan, bahwa pada umumnya guru terjebak dalam rutinitas dan kering akan innovasi dalam menyusun RPP. Hal ini sesebabkan karena dalam melakukan penyusunan RPP guru tidak melakukan penghayatan terhadap jiwa profesi pendidik. Keadaan ini dapat dipahami karena, guru terbiasa hanya perpedoman bentuk format yang mengekang guru untuk berinovasi dan penyiapan RPP cenderung bersifat formalitas. Bukan menjadi komponen utama untuk sebagai acuan kegiatan pembelajaran. Sehingga ketika otonomi pendidikan dilayangkan tak seorang gurupun bisa mempercayainya. Buktinya perilaku menyusun RPP dan perilaku mengajar guru tidak berubah jauh.
Banyaknya perangkat pembelajaran yang harus disiapkan oleh seorang guru sering waktu dijadikan alasan untuk tidak membuat RPP dalam melaksanakan KBM. Oleh karenanya temen temen pengajar Geografi dapat mendownload contoh RPP disini. Tentu saja sentuhan inovasi dan adaptasi pada iklim sekolah masing masing sangat diperlukan dalam menyusun RPP sehingga tujuan membelajaran dapat berdaya guna.
Download RPP disini
RPP Geo X sem 2
RPP Geo X Sem 1
RPP Sejarah Bumi
RPP. Industri
RPP Peta
RPP Pedosfer
RPP Inderaja
Posted in RPP | No Comments »
April 17th, 2008 by Eksan
Sebagai daya dukung proses pembelajaran Bahan Ajar merupakan faktor pendorong utama pencapaian hasil belajar yang maksimal. Bahan ajar ini berupa materi ajar program Adope maupun vidio, sedang bahan ajar power point masih dalam proses pengeditan, bagi temen-temen guru dan siswa dapat mendownload dibawah ini :
1. Aneka bentuk Muka bumi
2. Atmosfer
3. Laut dan Pesisir
4. Lithosfer
5. Pedosfer
6. Pengetahuan Peta
7. Penginderaan Jauh
8. Perairan Darat
9. Sistem Informasi Geografi
10. Biosfer ( Flora dan Fauna di INA )
Untuk Pengembangan SIG , silahkan buka :
a. Analisis Data Inderaja dan Peta
b. Panduan Membaca Peta
Posted in BAHAN AJAR | No Comments »
April 12th, 2008 by Eksan
~PANDUAN SOAL GEOGRAFI UN 2008
Mata Pelajaran Geografi kembali tampil dalam ajang Ujian Nasional tahun 2007/2008. Karena merupakan mata pelajaran yang baru dalan kancah UN tentu saja memerlukan latihan soal yang cukup dan menjerat materi yang sesuai dengan SKL yang sudah ditetapkan. Untuk menjaring materi dan prediksi bentuk soal anda dapat mendownload dibawah ini.
>>> klik dibawah ini
Geografi
Untuk mata pelajaran PANDUAN IPS lainnya, down load disini
ekonomi
Sosiologi
Matematika IPS
Bahasa Inggris
Bahasa Indonesia
Posted in INFO | No Comments »
April 12th, 2008 by Eksan
~ MEMBUDAYAKAN MODEL PEMBELAJARAN E-LEARNNG
Membudayakan model pembelajaran e-learning
Salah satu kendalanya mengembangkan pembelajaran berbasis TIK adalah menyiapkan peserta didik dalam budaya belajar berbasis teknologi informasi serta kurang trampilnya dalam menggunakan perangkat komputer sebagai sarana belajar, serta masih terbatasnya ahli dalam teknologi multimedia khususnya terkait dengan model-model pembelajan. Untuk mempersiapkan budaya belajar berbasis TIK adalah keterlibatan orang tua murid dan kultur masyarakat akan teknologi serta dukungan dari lingkungan merupakan faktor yang tidak bisa diabaikan. Pembentukan kominitas TIK sangat mendukung untuk membudayakan siawa dengan teknologi.
Ada tiga kompetensi dasar yang harus dimiliki guru untuk menyelenggarakan model pembelajaran e-learning. Yaitu (1) Kemampuan untuk membuat desain instruksional (instructional design) sesuai dengan kaedah-kaedah paedagogis yang dituangkan dalam rencana pembelelajaran. (2) Penguasaan TIK dalam pembelajaran yakni pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran dalam rangka mendapatkan materi ajar yang up to date dan berkualitas dan (3) Penguasaan materi pembelajaran sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki.
Langkah-langkah kongkrit yang harus dilalui oleh guru dalam pengembangan bahan pembelajaran adalah mengidentifikasi bahan pelajaran yang akan disajikan setiap pertemuan, menyusun kerangka materi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan instruksional dan pencapainnya sesuai dengan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Bahan tersebut selanjutnya dibuat tampilan yang menarik mungkin dalam bentuk power point dengan didukung oleh gambar, video dan bahan animasi lainnya agar siswa lebih tertarik dengan materi yang akan dipelajari serta diberikan latihan-latihan sesuai dengan kaedah-kaedah evaluasi pembelajaran sekaligus sebagai bahan evaluasi kemajuan siswa. Bahan pengayaan hendaknya diberikan melalui link ke situs-situs sumber belajar yang ada di internet agar siswa mudah mendapatkannya. Setelah bahan tersebut selesai maka secara teknis guru tinggal meng-upload ke situs e-learning yang telah dibuat.
Dalam penetapan kualitas pembelejaran dengan menggunakan model e-learning harus memperhatikan indikator-indikator instrumen yang telah dikembangkan meliputi: kejelasan tujuan pembelajaran, persiapan bahan pembelajaran yang cukup, penyiapan metoda belajar yang sesuai, menghasilkan hasil pembelajaran yang signifikan positif, efektifitas dalam mempresentasikan bahan pelajaran serta umpan balik yang kritis dari peserta didik.
Beberapa hal yang perlu dicermati dalam menyelenggarakan program e-learning / digital classroom adalah guru menggunakan internet dan email untuk berinteraksi dengan siswa untuk mengukur kemajuan belajar siswa, siswa mampu mengatur waktu belajar, dan pengaturan efektifitas pemanfaatan internet dalam ruang multi media.
Posted in ARTIKEL PENDIDIKAN | No Comments »
March 28th, 2008 by Eksan
~ GUMUK PASIR DI PARANGTRITIS
Keberadaan gumuk pasir yang merupakan bagian dari ekosistem spesifik di pantai selatan DI Yogyakarta memang perlu dilestarikan, sebagai kekayaan alam yang bentukannya tergolong langka di dunia. Gundukan pasir ini terbentuk secara alami, yang prosesnya berjalan ribuan tahun lalu. Material pasir berasal dari hasil luapan lahar Gunung Merapi yang terbawa air Sungai Opak dan Progo ke muara. Dari mulut sungai itu, endapan pasir tergerus gelombang laut Samudra Hindia yang kuat hingga terangkat ke pinggiran pantai Parangtritis.
Perjalanan pasir tidak sampai di situ. Setelah tersapu ombak, giliran angin yang mendorongnya. Angin laut yang membentur tebing di sisi timur Pantai Parangtritis berbalik menerbangkan pasir ke daratan. Gumuk pasir itu terbentang sejauh 15,7 kilometer dari muara Sungai Opak hingga ke Parangtritis, sedangkan sebarannya ke daratan dari garis pantai selebar 2 kilometer. Gundukan pasir yang terbentuk mencapai ketinggian 7 meter. Di daratan pun, pasir yang sangat halus ini masih terus dimainkan angin setiap kali bertiup dalam cuaca cerah. Pada musim peralihan atau pancaroba, angin bertiup kencang secara intensif, maka material pasir yang terbawa akan lebih banyak hingga membentuk bukit-bukit pasir yang berubah-ubah bentuk maupun tempat tertimbunnya. Fenomena pembentukan gundukan pasir seperti ini juga ditemukan di Benua Afrika dan Gurun Gobi, China.
Bentuk gumuk pasir yang kerap ditemukan di daerah Pantai Parangtritis menyerupai sabit dan memanjang atau longitudinal. Kadang kala ditemukan pula bentuk parabola dan sisir. Pembentukan pasir itu antara lain dipengaruhi oleh ukuran butiran pasir, tingkat kekeringan, kecepatan dan intensitas angin, serta keberadaan vegetasi yang menutup lahan. Realita yang terjadi sekarang faktor bangunan rumah dan gubuk-gubuk di pinggir pantai turut andil terbentuknya gumuk pasir sebagai pengganti faktor vegetasi pantai. Banyaknya bangunan pemukiman penduduk yang mendesak ke arah pantai selain dapat merusak ekosistem pantai juga merupakan ancaman bagi konservasi parangtritis sebagai laboratorium GEOSPACIAL




Posted in ARTIKEL GEOGRAFI | 2 Comments »